Minggu, 03 Agustus 2014

Bagaimana Menjadi Seorang Muslim Yang Baik?

  1. Iman adalah kunci dari sebuah kepercayaan, yang paling utama dalam menjalankan ajaran Islam adalah kita harus beriman kepada Allah SWT. Percaya bahwa Allah SWT ada, dan sifat-Nya berada di luar jangkauan imajinasi manusia. Dia biasa melakukan semuanya dan apapun. Iman kepada Allah adalah penting. Yang kedua adalah menerima bahwa Muhammad Saw adalah Nabi terakhir dari garis panjang nabi yang dimulai dengan Adam, dan dilanjutkan dengan Nabi-nabi terkenal seperti Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan lainnya. Menyetujui bahwa Al-Qur'an adalah firman yang paling baru dan benar dari Allah SWT.
  2. Melakukan sholat dengan tulus dan kusyuk. Percaya bahwa Allah SWT selalu dekat dengan kita. Selalu sholat tepat waktu dan tidak pernah menunda. Tidak ada yang bisa lebih penting daripada menjalankan apa yang Allah minta dari kita, bahkan ketika kita bekerja atau belajar, hentikan semua yang kita lakukan dan pergi ke masjid terdekat untuk sholat. 
  3. Melakukan sholat di tengah malam. Sholatlah ketika kebanyakan orang di sekitar kita sedang tidur nyenyak. Malam adalah waktu yang paling manjur untuk berdoa.
  4. Ucapkan nama-Nya setiap waktu atau juga dikenal sebagai Dzikir, membaca nama Allah pada akhirnya akan membuat seorang Muslim menjadi kuat karena kita terus-menerus diingatkan tentang apa yang baik yang telah Dia lakukan untuk kita dan seluruh umat manusia.
  5. Bersyukurlah untuk semua yang kita miliki, baik itu rohani, mental, atau fisik. Semakin murah hati kita, semakin kita akan menyadari betapa banyak kita telah diberkati. Dan dengan syukur, Allah mengizinkan kita akan menjadi lebih kuat karena kita akan percaya bahwa Allah adalah maha hadir.
  6. Melindungi kesucian kita. Kita harus tahu bahwa perzinahan adalah tindakan dosa, dan dengan demikian kita harus selalu menghindarinya. Hal ini berlaku untuk pria dan wanita. Perempuan tidak harus memakai pakaian ketat atau menampilkan tubuhnya, dan laki-laki harus selalu menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang bisa menyebabkan perzinahan.
  7. Selalu menepati janji. Jika kita merasa bahwa kita tidak bisa menepatinya informasikan  halangan tersebut kepada pihak lain sesegera mungkin. Mematuhi janji dan sumpah pada akhirnya akan membuat kita menjadi orang yang dapat dipercaya.
  8. Menghormati pendapat orang lain. Tidak ada pendapat yang dapat dikatakan "buruk" atau "bodoh". Tanpa pendapat, hal-hal tidak akan pernah membaik dan memperoleh kemajuan. Jika kita tidak menyukai ide orang lain, jangan menolaknya secara langsung, melainkan bisa menambahkan pendapat pada ide tersebut untuk memperbaikinya.
  9. Cepat untuk alasan yang tepat. JANGAN cepat karena kita ingin mengesankan orang lain atau karena kita ingin merasa lebih unggul dalam hal popularitas, Cepatlah dengan niat untuk menyenangkan hanya Allah, dan untuk mendapatkan pahala karena melakukannya. 
  10. Berpuasa dua kali seminggu, sebaiknya pada hari Senin dan Kamis. Berpuasa selama bulan Ramadhan dan juga pada hari Arafah, pada tanggal 9 Zulhijjah karena Allah akan mengampuni segala dosa yang telah kita lakukan selama satu tahun sebelum dan sesudah hari Arafah.
  11. Jangan pernah berbohong. Harus ditekankan lagi Allah membenci pengikutnya untuk berbohong kepada orang lain. Berbohong juga akan berdampak kepada integritas kita. Berbohong diperbolehkan untuk hal-hal khusus misalnya kebohongan akan benar-benar menutupi rasa malu orang lain atau akan menghindari marabahaya untuk semua orang.
  12. Jika Anda seorang pria jadilah pemimpin yang baik untuk keluarga. Nabi Muhammad (saw) berkata, "Yang terbaik dari kamu adalah dia yang terbaik untuk keluarganya." 
  13.  Bersedekahlah. Ingat, orang yang memberi adalah lebih baik (dalam konteks memberikan sedekah) dari dari pada yang selalu menerima.
  14. Jadilah oramg yang lembut dan baik hati tidak hanya untuk orang tua kita, tetapi untuk sepupu, ke teman kita, dan bahkan untuk flora dan fauna di sekitar kita. Selalu lindungi lingkungan kita. 
  15.  Jadilah murah hati terhadap orang tua kita. Ayah kita telah bekerja sangat keras untuk mempertahankan hidup keluarga, ibu kita menderita dan berusaha keras untuk melahirkan kita ke dunia ini. Apa lagi yang bisa kita lakukan untuk mengucapkan terima kasih kepada mereka?
  16. Jangan menyesali kematian orang yang kita cintai. Ketahuilah bahwa Allah melakukan itu karena Dia mengasihi orang yang kita cintai. Terimalah bahwa kematian adalah fase istirahat bagi orang yang kita cintai dari semua masalah dunia.
  17. Jangan membuang waktu kita untuk hal-hal yang tidak berguna. Waktu adalah berkah, pastikan kita menggunakannya dengan penuh manfaat.
  18. Membaca Quran / Hadis. Pikirkan dalam-dalam makna setiap kalimat dalam Quran. Diskusikan di antara teman untuk mencari kesimpulan. Setiap kali kita menemukan bahwa kita tidak dapat memahami makna utama dari kalimat dalam Quran dan hadist, lihat buku"Penjelasan dari Quran" atau "Tafsir" dari ulama atau meminta orang berpengetahuan. Hal tersebut akan membuat kita lebih kuat iman. Nabi Muhammad berkata, "Dua jam berpikir dalam arti Quran, adalah lebih baik dari seratus tahun berdoa."
  19. Cobalah untuk banyak mencari pengetahuan, bahkan jika itu berada di tangan musuh kita.
  20. Selalu berpikir yang benar. Jangan biarkan ide-ide jahat muncul dalam benak kita.
  21. Menjaga tubuh kebersihan tubuh, pakaian, peralatan rumah tangga dan segala sesuatu yang kita miliki. Gunakan wewangian serta berpakaian sederhana.
  22. Bertobat jika kita telah melakukan dosa kapan saja. Allah akan mengampuni kita, Insya Allah. Kemudian, cobalah untuk tidak mengulangi dosa yang sama lagi. Setelah apa yang kita kerjakan di dunia, Dia adalah yang akan kita temui di kehidupan setelah setelah dunia, sehingga dengan mematuhi hukum-Nya, Dia akan memberi kita pahala.
  23. Untuk menjadi Muslim yang baik, kita diwajibkan untuk percaya dengan Quran. Namun, kita boleh tidak percaya akan isi dari sebuah Hadist. Jika kita tidak setuju dengan Hadist karena isinya bertentangan dengan nurani kita atau bertentangan dengan Quran, ada kemungkinan besar bahwa isinya mungkin telah diubah seiring dengan waktu. Hadist resmi dikumpulkan 200 tahun setelah Nabi Muhammad meninggal, kita tidak diwajibkan untuk percaya pada isi sebuah hadist, kecuali kita yakin hadist tersebut akan membantu kita menjadi orang yang lebih baik.
  24. Pilih sumber dalam mempelajari Islam dengan bijaksana. Pastikan bahwa apa yang kita baca adalah fakta bukan opini. Islam adalah antara kita dan Allah, sebuah hubungan yang suci. Kita tidak harus membiarkan siapa pun mengganggu itu. Jadi jangan biarkan mereka mempengaruhi pandangan kita dalam mengamalkan Islam.

32 Cara Berbakti Pada Orang Tua

 1013853_291863500967373_145802736_n
1. Berbicaralah kamu kepada kedua orang tuamu dengan adab dan janganlah mengucapkan “Ah” kepada mereka, jangan hardik mereka, berucaplah kepada mereka dengan ucapan yang mulia.
2. Selalu taati mereka berdua di dalam perkara selain maksiat, dan tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam bermaksiat kepada sang Khalik.
3. Lemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, janganlah bermuka masam serta memandang mereka dengan pandangan yang sinis.
4. Jagalah nama baik, kemuliaan, serta harta mereka. Janganlah engkau mengambil sesuatu tanpa seizin mereka.
5. Kerjakanlah perkara-perkara yang dapat meringankan beban mereka meskipun tanpa diperintah. Seperti melayani mereka, belanja ke warung, dan pekerjaan rumah lainnya, serta bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu.
6. Bermusyawarahlah dengan mereka berdua dalam seluruh kegiatanmu. Dan berikanlah alasan jika engkau terpaksa menyelisihi pendapat mereka.
7. Penuhi panggilan mereka dengan segera dan disertai wajah yang berseri dan menjawab, “Ya ibu, ya ayah”. Janganlah memanggil dengan, “Ya papa, ya mama”, karena itu panggilan orang asing (orang-orang barat maksudnya –pent.).
8. Muliakan teman serta kerabat mereka ketika kedua orang tuamu masih hidup, begitu pula setelah mereka telah wafat.
9. Janganlah engkau bantah dan engkau salahkan mereka berdua. Santun dan beradablah ketika menjelaskan yang benar kepada mereka.
10. Janganlah berbuat kasar kepada mereka berdua, jangan pula engkau angkat suaramu kepada mereka. Diamlah ketika mereka sedang berbicara, beradablah ketika bersama mereka. Janganlah engkau berteriak kepada salah seorang saudaramu sebagai bentuk penghormatan kepada mereka berdua.
11. Bersegeralah menemui keduanya jika mereka mengunjungimu, dan ciumlah kepala mereka.
12. Bantulah ibumu di rumah. Dan jangan pula engkau menunda membantu pekerjaan ibumu.
13. Janganlah engkau pergi jika mereka berdua tidak mengizinkan meskipun itu untuk perkara yang penting. Apabila kondisinya darurat maka berikanlah alasan ini kepada mereka dan janganlah putus komunikasi dengan mereka.
14. Janganlah masuk menemui mereka tanpa izin terlebih dahulu, apalagi di waktu tidur dan istirahat mereka.
15. Jika engkau kecanduan merokok, maka janganlah merokok di hadapan mereka.
16. Jangan makan dulu sebelum mereka makan, muliakanlah mereka dalam (menyajikan) makanan dan minuman.
17. Janganlah engkau berdusta kepada mereka dan jangan mencela mereka jika mereka mengerjakan perbuatan yang tidak engkau sukai.
18. Jangan engkau utamakan istri dan anakmu di atas mereka. Mintalah keridhaan mereka berdua sebelum melakukan sesuatu karena ridha Allah tergantung ridha orang tua. Begitu juga kemurkaan Allah tergantung kemurkaan mereka berdua.
19. Jangan engkau duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka. Jangan engkau julurkan kakimu di hadapan mereka karena sombong.
20. Jangan engkau menyombongkan kedudukanmu di hadapan bapakmu meskipun engkau seorang pejabat besar. Hati-hati, jangan sampai engkau mengingkari kebaikan-kebaikan mereka berdua atau menyakiti mereka walaupun dengan hanya satu kalimat.
21. Jangan pelit dalam memberikan nafkah kepada kedua orang tua sampai mereka mengeluh. Ini merupakan aib bagimu. Engkau juga akan melihat ini terjadi pada anakmu. Sebagaimana engkau memperlakukan orang tuamu, begitu pula engkau akan diperlakukan sebagai orang tua.
22. Banyaklah berkunjung kepada kedua orang tua, dan persembahkan hadiah bagi mereka. Berterimakasihlah atas perawatan mereka serta atas kesulitan yang mereka hadapi. Hendaknya engkau mengambil pelajaran dari kesulitanmu serta deritamu ketika mendidik anak-anakmu.
23. Orang yang paling berhak untuk dimuliakan adalah ibumu, kemudian bapakmu. Dan ketahuilah bahwa surga itu di telapak kaki ibu-ibu kalian.
24. Berhati-hati dari durhaka kepada kedua orang tua serta dari kemurkaan mereka. Engkau akan celaka dunia akhirat. Anak-anakmu nanti akan memperlakukanmu sama seperti engkau memperlakukan kedua orangtuamu.
25. Jika engkau meminta sesuatu kepada kedua orang tuamu, mintalah dengan lembut dan berterima kasihlah jika mereka memberikannya. Dan maafkanlah mereka jika mereka tidak memberimu. Janganlah banyak meminta kepada mereka karena hal itu akan memberatkan mereka berdua.
26. Jika engkau mampu mencukupi rezeki mereka maka cukupilah, dan bahagiakanlah kedua orangtuamu.
27. Sesungguhnya orang tuamu punya hak atas dirimu. Begitu pula pasanganmu (suami/istri) memiliki hak atas dirimu. Maka penuhilah haknya masing-masing. Berusahalah untuk menyatukan hak tersebut apabila saling berbenturan. Berikanlah hadiah bagi tiap-tiap pihak secara diam-diam.
28. Jika kedua orang tuamu bermusuhan dengan istrimu maka jadilah engkau sebagai penengah. Dan pahamkan kepada istrimu bahwa engkau berada di pihaknya jika dia benar, namun engkau terpaksa melakukannya karena menginginkan ridha kedua orang tuamu.
29. Jika engkau berselisih dengan kedua orang tuamu di dalam masalah pernikahan atau perceraian, maka hendaknya kalian berhukum kepada syari’at karena syari’atlah sebaik-baiknya pertolongan bagi kalian.
30. Doa kedua orang itu mustajab baik dalam kebaikan maupun doa kejelekan. Maka berhati-hatilah dari doa kejelekan mereka atas dirimu.
31. Beradablah yang baik kepada orang-orang. Siapa yang mencela orang lain maka orang tersebut akan kembali mencelanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya dengan cara dia mencela bapaknya orang lain, maka orang tersebut balas mencela bapaknya. Dia mencela ibu seseorang, maka orang tersebut balas mencela ibunya.” (Muttafaqun ‘alaihi).
32. Kunjungilah mereka disaat mereka hidup dan ziarahilah ketika mereka telah wafat. Bershadaqahlah atas nama mereka dan banyaklah berdoa bagi mereka berdua dengan mengucapkan, “Wahai Rabb-ku ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Waha Rabb-ku, rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah merawatku ketika kecil”. (*)

3 Cara Mudah Untuk Mencari Rezeki


 Menarik Rezeki

Banyak diantara kita mungkin pernah mengalami masalah keuangan . Selain dari usaha yang sungguh-sungguh, ada beberapa amalan yang boleh dilakukan untuk memudahkan kita dikurniakan rezeki.
Artikel ini bukan bertujuan untuk mengajar pembaca tentang bagaimana mendapat rezeki, tetapi sekedar memberi panduan yang bermanfaat.Yang penting percayalah bahwa rezeki itu dari Allah SWT.

1. Mencari Rezeki Dengan Bersedekah

Banyak yang tidak tahu bahwa amalan bersedekah mampu untuk membawa rezeki yang melimpah-ruah kepada si pemberi rezeki. Amalan yang digalakkan oleh Islam ini bukanlah bermaksud sama sekali mengurangkan uang kita, malah menambah rezeki dan kekayaan kita.
Bersedekahlah tanpa perlu mengharapkan sebuah balasan.
Pernahkah kita didatangi oleh seorang peminta sedekah yang mengharapkan sedikit uang untuk membeli makanan? Bagaimana respons kita terhadapnya? Berapa jumlah uang yang kita berikan?
Bersedekah bukanlah memberikan sekecil-kecil uang yang kita miliki, Memberi Rp 1.000 contohnya untuk diberikan kepada peminta sedekah itu sambil dalam hati berkata “Tentu ada orang lain lagi yang akan memberikan uang kepada dia.
Usaha bersedekah dengan cara ini karen ia salah. Karena niat kita bukanalah untuk bersedekah, sebaliknya memberi sedikit uang kepada orang tersebut.Bersedekah dengan semampu yang boleh. Fahamkah perkataan “semampu” itu.
Tidak mungkin kita hanya mampu menghulurkan hanya 1000 saja, kan? =)
Lakukanlah sedekah dengan  ikhlas. ikhlaskan dalam hati sebaik mungkin. Jangan pula ketika memberi sedekah tetapi dalam hati kita berniat agar orang peminta sedekah itu segera beredar. Atau merasa rugi dan merungut dalam hati ketika memberikan uang itu.
Ketika menghulurkan sedekah, janganlah disusuli dengan sesuatu perkataan yang menyakitkan hati si penerima sedekah tersebut. Contohnya dengan mengatakan. “Gunakan duit ini untuk perkara baik-baik, jangan pula pergi membazir.”
Walaupun niat kita baik, tetapi dalam masa yang sama kita telah menyakiti hati si penerima tersebut. Maka memberikan sedekah kita tadi bukan lagi berupa sedekah.. rugi bukan?
Jangan mengharapkan balasan
Kita sering kali tersilap dalam memberi sedekah dan berkata dalam hati, semoga sedekah yang dilakukan oleh aku ini akan mendapat balasan setimpal. Sesungguhnya memberikan sesuatu tanpa mengharapkan balasan adalah lebih mulia disisi Tuhan berbanding mengharapkan balasan.
Allah menyatakan dalam firmanNya;
“Orang yang menafkahkan hartanya pada malam dan siang hari secara sembunyi dan terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kebimbangan pada mereka dan tidak pula mereka bersedih.” [Al-Baqarah: 274]
Memberikan sesuatu yang berguna
Pernah terlihat amalan masyarakat kita yang memberikan barangan pakaian-pakaian buruk dan lama atau buku-buku yang ingin dibuang? Sebaiknya, bersedekahlah dengan uang atau barang yang masih baik dalam keadaan yang baik pula. Bukannya dari barang yang ingin dibuang. Kita hendak bersedekah, bukan menolak “sampah” kita kepada mereka yang tidak bernasib baik.
Saya pernah terbaca catatan dari Rumah Pengasih (Saiful Nang) yang menceritakan rumah kebajikan seliaannya pernah menerima sumbangan seluar dalam yang koyak rabak dan dalam keadaan menjijikkan. Bagaimana kita boleh mengharapkan rahmat Allah kepada kita sedangkan kita membuat perbuatan seperti itu?
Buatlah si penerima merasa gembira. Walaupun kita tidak mampu bersedekah lebih, sekurang-kurangnya buatlah hati mereka merasa gembira. Insyaallah, jauh disudut hati mereka akan mendoakan kita kembali agar mendapat kebaikan dunia dan akhirat.

2. Mencari Rezeki dengan Berdoa

Selepas berusaha melakukan kerja, jangan lupa untuk berdoa. Apa saja tindakan yang diiringi doa, akan diketahui oleh Allah SWT. Berdoa  dan meminta adalah sifat semula jadi manusia. Hanya dengan doa, segala permintaan dapat didengari oleh-Nya. Insyaallah, rezeki akan tiba kepada kita cepat atau lambat.
Sebelum memulai kerja, lakukan sedikit doa memohon keberkatan dari pekerjaan yang kita jalankan dan tanamkan niat berkerja mencari rezeki yang halal. Yang kita mau adalah dilimpahkan rezeki yang halal dan berkat.
“Ya Allah, Ya Tuhan yang Maha kaya, wahai Tuhan yang Maha Terpuji, wahai Tuhan yang Maha Pencipta, wahai Tuhan yang Maha Mengembalikan, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, kayakan aku dengan perkara-perkara yang dikau halalkan dan bukan daripada yang dikau haramkan, serta dengan kelebihan atau kurniaan-Mu bukan daripada mereka selain daripada -Mu.”

3. Mengamalkan Solat Sunat Dhuha

Solat ini sering diamalkan oleh ahli perniagaan Muslim. Sehingga ada yang mengamalkan solat sunat ini seperti sebahagia solat wajib.
Solat Dhuha ini satu-satunya solat yang memberikan limpahan rezeki dari Allah SWT. Jika diamalkan selalu, InsyaAllah pintu rezeki akan terbuka luas. Solat dhuha sering dikatakan magnet rezeki. Dengan melakukan solat ini, rezeki yang dimohon akan segera menjengah kita.

Copyright @ 2013 Rohis Ce_ri@.